Mungkin kita yang terlalu kagum akan cahaya gemintang. Lalu menyatukannya dalam guratan konstelasi. Memintalnya dalam ingatan-ingatan dan membumbui dengan gelimpang cerita.

Kau menanyakan tentang apa, Nin? Sesuatu yang tiap malamnya kau beri bilangan, kemudian esok lupa. Atau, kau menanyakan tentang cahaya yang berkerlip menentrami hatimu? Ia bernama gemintang, sayang. Gemintang selalunya begitu. Setia. Sejak dahulu, bahkan sejak aku belum mengenal wanita. Sejak aku belum ada, dan kau juga tentunya. Ia terus saja menerangi tanpa lelah. Pada malam-malam panjang yang angin menderak-derak dingin. Ayahmu pun selalu mencerita tentang gemintang di sepanjang hari-hari kecilmu. Sebab besar cinta ayahmu adalah lebih besar dari bintang. Lebih panjang dari fluksnya. Lebih lama dari berjuta tahun cahaya menujunya.

Padahal di atas cahaya ada cahaya -nuurun ‘alaa nuur-.

Maka, Nin. Ayah selalu mencerita si’ir yang disebut-sebut di dalam al-quran itu. Ayah mengatakan bahwa di atas si’ir yang benderang itu ada gemintang “king” yang mengawal dari belakang.

Kau tahu, Nin? Aku sampai sulit membedakan. Mana ayah mana gemintang. Sebab kalimat yang terucap oleh ayah setiap harinya adalah tentang gemintang. Mungkin, ayahmu sendiri lupa dengan namanya.

Tapi, ayahmu hebat, Nin. Setiap mencerita padaku matanya tak menuju gemintang atau langit yang gempita gelap tapi menatap mataku. Jadi, mana mungkin aku tak mencintai ketulusannya itu, Nin. Bukan kata-katanya tentang gemintang yang menyihirku menjadi benar-benar mencintainya. Tapi, tatapan dan lakunya setiap hari yang membuat sesiapa menatap cemburu padaku.

Nin, kau tahu siapa ayahmu itu?
Dia itu aku.

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

2 responses »

  1. AkaneD'SiLa berkata:

    agak sedikit bingung. hha. tapi tetep seru. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s