Sudah seratus tahun lebih kelahiran al-Banna berselang. Dan dunia menampakkan wajah barunya.

Amerika gonjang-ganjing berkelahi dengan krisis; militernya disuntik dana lebih, agaknya, usaha menciptakan monster terorisme yang dipandang menguntungkan kapitalisme persenjataan kurang berjalan sesuai harapan. Inggris bergolak. Kamerun bergejolak. Mesir meledak. Tunisia menggelar babak baru. Kadafi belum selesai memanggul senjata, menarik pelatuk ke jidat NATO maupun rakyatnya. Yaman menyerahkan mandat. Suriah bau mesiu, dimana-mana meledak

Ini episode baru, era informasi bukan industri. Nazaruddin datang dan partai penguasa terancam. Tujuh belas Agustus sudah enam puluh enam tahun. Kemerdekaan yang jenuh tidak meresap ke tulang sum-sum.

Bersama menanti merah putih berkibar, seratus tahun sudah al-Banna berselang, di samping ranjangku istriku membaca buku Hatta; Berjuang dan Dibuang.

Siapakah yang akan mengusir mimpi buruk dari tidur panjang?

16 Agustus 2011

menantikan kelahiran puisi-puisi istriku

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s