Perjalanan cinta itu bukan hanya memerlukan bekal. Tapi juga kau harus senantiasa merasa haus. Akan cinta. Akan rindu. Akan segala yang ada pada cintamu.

Baru saja kemarin mengucap akad. Lantas, tidak serta merta kau diliputi rasa cinta. Tidak langsung kau guyur hatimu dengan air rindu-rindunya. Semuanya berproses. Mencintai pun proses. Dalam samuderanya kau akan banyak menerjang ombak, terterjang ombak. Terapung-apung seperti buih, atau membuih. Kau akan tahu seberapa dalamnya samudera itu jika kau sempurna menyelesaikan urusan-urusan kecil soal cinta. Perlu cukup ketelitian untuk menakar garamnya, memompa tekanannya, bahkan terbang bersamanya.

Terkadang kita salah memaklumi diri yang beranjak dewasa. Belajar memahami pelbagai masalah. Padahal kita lupa, tuhan sudah punya takaran dan perhitungan mutlak dalam membebani masalah kepada kita : pasti ada jalan keluarnya!

16-10-2011

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s