kemudian aku enggan lagi. merasai gersang berkepanjangan di tengah badainya gigil dingin gemertak rahangku.

berulangkali tenggelamlah aku dalam berbagai lautan kata.

tetap. gemerosak keriput jiwa.

tapi, kata mas. “tak mengapa, juga bukan masalah.”

tapi, aku? semesta memutar lagi potret diriku.

pantaskah?

mas, “bukan masalah kepantasan, nay. tapi kebutuhan. kau butuh. buatku juga.”

aku selami lagi katanya.

tapi, begitulah. terburu aku diliputi kerendahan.

segala potret diri yang menuding kemahzulan.

lalu.

bismillah.

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s