aku tak pernah suka dengan perempuan ini

yang membuatku gelisah tanpa sepotong kabar darinya

butuh berapa waktu yang kita habiskan, aein?

atau sedang sakit kah kau?

sebab aku risau menunggu tawamu

mampir di eternit semestaku

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

ketika aku sakit

ia malah sakit

sama-sama menanggung derita

luka-luka atas sepetak hatinya

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

keras kepala

sepertiku

haus karya

hanya menghabiskan hari

dalam genangan baca

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

impiannya selalu tinggi

harapan-harapannya menggulung langit

angan-angannya menebas gerit

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

setiap kali kusebut namanya

setiap kali itu pula degup derap-derap

menggeriap

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

selalu membuatku gelisah

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

namanya selalu kurapal pada pagi dan petang

rabithah-rabithah panjang

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

ketika sedih yang kuingati adalah tawanya

ketika suka yang kuingati hanya harapannya

 

aku tak pernah suka dengan perempuan ini

 

aku benci mencintainya sebegini dalam

 

selamat jalan

selamat datang pada impian

selamat datang pada kenangan

 

jika sempat

hiruplah udara

yang kukirimi rindu atasnya

 

11 Feb 2012

21.29

kepada aein

aeinku

jomantaraku

padahal sebelum kau pergi ke dunia kebangganmu ; korea

aku ingin menyaksikanmu disalami

: kami

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s