Ya, biarlah hangus dilumat masa yang sedang menuju peradaban sebegini jauh. Tapi semakin tahun-tahun menginjak tinggi. Kebiadab ini masih saja menggerayangi pikiran liar si remaja. Kasihan. Semestinya mereka sudah bisa memikir nasib bangsanya yang semakin amburadul akhlaknya tapi malah mereka masih disibukkan dengan hari itu?

 

Aku sendiri jadi malu kepada AlFatih yang usianya belum lagi 20 tahun tapi telah menjadi pahlawan untuk dunianya. Aku malu kepada ribuan baris nama pahlawan yang gugur memperjuangkan merdekanya negeri ini, Indonesia. Melihat dunia hari ini sudah semakin lena. Budaya mencontek itu mengakar sebegini dalam di hati remaja.

Sebenarnya aku sudah tak pantas membahas ini. Membicarakan kebodohan ini. Zaman semakin maju. Tapi ternyata tidak dengan luas pikir remajanya, pemuda yang semestinya jadi kebanggaan bangsa kelak.

 

Mari sama-sama melangit doa diantara pekat langit untuk Tuhan mengabulkan permintaan kita, mengasingkan jauh-jauh kebodohan yang selama ini membersamai kita. Pandai memilah melihat mana kebenaran dan mana yang seharus-harus dikejar

 

menuju konstelasi ke dua malam-malam yang hanyut dalam pusara gemintang

10 Feb 2012

19.43

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s