kerap kau nyalakan caya

di laut hatiku yang tenggelam

kueja namamu berulang-ulang

dan itu tak selesai

 

aku bukan lagi teringat semua kehalusan budimu. bukan segala kasih sayangmu yang luap-luap. bukan segala manjaku pada kealpaanmu. bukan. sebab semua telah tertanam dalam-dalam. pada jiwaku yang tenang kemesraanmu.

segala sakit cuma kau minta kebahagiaanku sebagai balasan.

selesai.

dan kau abadi bersama laut cintamu.

 

*) rindu puisi ini. puisi ibu. yang dulu, selalunya aku tulis setiap hari. setiap waktu.

dishare pertama lewat note FB pada 22 Des 2011

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s