Kau benar-benar tahu belukar perempuanmu setelah ijab qabul memanggil namamu. Kemudian menjadi milik lelakimu. Benar. Aku tak berlebihan mengatakan ini. Kau hanya akan tahu apa itu perempuan setelah kau mampu menakar lembut rindu kekasihmu. Yang sekarang selalu di sampingmu. Ketika ada seseorang yang mengetahui segalamu. Sebab justru di sana muara cinta itu terus saja menggelumbang.

Kau perempuan? Ya? Tapi sudahkah kau mengerti geletar hatimu ketika badai benar-benar nyata memorat-marit semestamu?

Kau perempuan? Jika ya, jangan percaya pada apapun kecuali dirimu. Kecuali kekuatan cintamu. Cinta jiwamu. Biar berulangkali aku bilang tentang cinta jiwa. Biar kau sendiri bosan –aku pun juga- dan akhirnya kau mengerti apa ianya. Mengapa selalu kukatakan cinta jiwa bukan hanya cinta saja? Sebab cinta memiliki tangga-tangga yang berbeda, duhai perempuan.

Jahatkah aku mengatakan ini kepadamu, perempuan? Sungguh, tidak. Sama sekali tidak. Sebab aku sendiri yang telah memasuki belukar rimba perempuanku. Sebab aku sendiri yang menyadarinya. Hendak siapa jika tak kuceritai sebenarnya kepahitan hidup ini, duhai?

Sekali-kali jangan kau lacur hidupmu dengan rasa yang selalunya mengangkasa itu, perempuan. Jangan! Cinta yang samar-samar hanya akan membuat luka. Cinta yang tak mengerti apa muaranya itu hanya menyisakan sebaris derita. Aku benar. Aku jujur. Aku sebenar-benar sedang menceritaimu kejujuran.

Lantas kau menanyaiku mengapa kunyatakan :  “Kau benar-benar tahu belukar perempuanmu setelah ijab qabul memanggil namamu.” Ya, sebab sebelum ijab itu sebelum ikatan itu, kau hanya akan tahu warna-warna keindahan, kau hanya baru bisa melihat kepahitan. Tapi setelahnya, kau akan menyeluki belukar keindahan ikut mewarnai pelanginya, dan kau juga akan paham mengapa kepahitan itu tercipta. (to be continued, insyaallah)

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s