Lalu mengapa dengan hal sekecil ini malah kau sendiri yang meledakkannya?
Adakah yang salah dengan kalimat cinta yang tak hanya berhenti saja pada kata-kata?
Adakah yang sembilu sebab laku itu sebagai kebutuhan jiwanya?

Hendak kau salahikah cinta yang sudah benar-benar memeluk restu tuhan? Lalu mengapa kau tiba-tiba memakinya dan melupakan begitu banyak cinta palsu yang jelas-jelas tak dapat restu tuhan? Ataukah pernah kau sendiri terjatuh pada kerlingnya?

Ah, mengapa juga kau lupakan sejarah Muhammad yang terang-terang mengatakan siapa wanita yg paling dicintai? Hendak laburkah sejarah itu? Atau hanya kau simpan saja tanpa lebih lagi mendalami maknanya?

Aku benar-benar menanya untuk terakhir : dosakah laku cinta untuk kulihati pada semua? atau dosakah laku cinta tanpa restuNya? Kau melupakan ini.

Sebelum menarik simpul, hendaklah kau seluk sulur dimana ia berlabuh. Sebelum mengikat simpulnya, hendak kau tanyakan dulu untuk apa kau ikatnya.

21.31
29022012

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s