Ah, ya. Aku terus saja merindunya. Lewat debur dadaku yang kukirimi untuknya. Ritmis rindu. Dan hanya rindu.

Adakah yang menyalahi tentang rindu ini? Atau hanya saja cemburu melihati rindu bisa sebegini menggejolak. Ah, entah. Tapi ganinku itu pangeran kebanggaanku itu terus saja mengisi dzikir rapal pagi-sore. Tentram lewat mungil tangannya yang tak sampai merengkuhku.

Hendak berapa puluh waktu aku terus memanggilimu gigil begini, nak. Seperti juga negeri kita yang bernama Indonesia itu. Telah deru memanggilimu. Telah haru menaruh percaya untukmu. Kelak. Ya, kelak.

***

Jangan dulu kau tertawai apa mimpiku. Jangan dulu kau terbahak rapalanku yang telah melangit. Jangan. Jangan dulu. Lihatlah kelak pangeranku. Ya, pangeranku yang menggenggami merah putih pada dadanya. Memeluki rakyatnya dengan kerendahan. Ya, pangeranku. Ia pangeranku.

Tidak. Aku tidak akan lari dari caci-cacimu atas kepercayaan harapanku. Pada pangeranku. Memang siapa lagi yang hendak meledak harapan pangeranku selain aku sendiri? Yang kelak pemimpin negeri yang bernama Indonesia. Ya, ia pangeranku. Yang mencintai rakyatnya. Yang dicintai rakyatnya.

 ***

Jika nanti gerimis atau sekedar hujan menerpamu ingin menghenti laju gerakmu. Jangan ragu, nak. Sebab kau lahir di tengah badai untuk tidak takut pada hal-hal kecil itu. Jangan takut, nak. Sebab Tuhan Yang tidak pernah tidur yang menemanimu. Bukan yang lain. Bukan yang lain.

Jika merasa sulit berkepanjangan. Hadapi , nak. Kau bisa. Kau lebih bisa dari yang kau kira. Tuhan hanya mencintai hamba yang tak pernah menemui asa yang patah. Tuhan hanya mencintai hamba yang terus mencoba tak gentar badainya.

***

 

 

Pangeranku, terimalah takdir itu dengan hati penuh kerendahan. Sebab pada kerendahan saja dapat kau ciumi wangi suwarga.

 

 

#15weekmyganin

17032012

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s