Bagiku musim ini hanya mengantarku

Pada satu kata tak berkesudahan ;

Rindu

Yang berulang kali kuucap

Berulang kali membuat ucapku rindu

Kucumbui berulang wewangian semi kali ini

Hampir ranum

Aku mencintai harum seperti ini

Muda dan gegap lakunya

 

Bagiku musim ini hanya mengantarku

Pada satu kata tak berkesudahan ;

Rindu

Yang berulang kali kuucap

Berulang kali membuat ucapku rindu

Pada hud-hud yang datang lebih awal

Gagak yang menikung tajam di rerumputan

Dan kau,

Embun yang tak pernah kehabisan

Hampir ranum

Aku mencintai harum seperti ini

Muda dan gegap piawainya

Bagiku musim ini hanya mengantarku

Pada satu kata tak berkesudahan ;

Rindu

Yang berulang kali kuucap

Berulang kali membuat ucapku rindu

Semula kukira mendung telah layu

Namun beberapa kali mampir

Kemudian, hampir ranum

Aku mencintai harum seperti ini

Muda dan gegap wibawanya

 

Bagiku musim ini hanya mengantarku

Pada satu kata tak berkesudahan ;

Rindu

Yang berulang kali kuucap

Berulang kali membuat ucapku rindu

Pada teduh mata Ibu

Aku mencintai harum seperti ini

Wangian nama Ibu

 

Kairo, 18 April 2013

Bersama cahaya kukirimi

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s