rindu menjelma hujan
setelah begitu lama aku kemarau

ah, setiap kutatap purnama
entah seperti kulihat
purna senyummu
menimang kenangan
dan aku menjadi-jadi
gerimis sepanjang malam

anggap sepersekon waktu
yang mengkhianati kita
adalah jarak cinta yang kutanam
sedalam itu rindu
lentak membentang
kuat mengakar

sengaja tak kulacur rindu lewat kata
sebab diksi
tak sebanding
memikul rinduku
sedang diri
sebegini geletar menyebuti namamu
merapal kemuliaanmu

Muhammad
Muhammad
shalawat atasmu
shalawat atas muliamu
shalawat atas segalamu

dzikir shalawat
gagal memberangus gerimis
adakah kau imani riak hatiku
menggelumbang
hanya mengeja namamu
meminta
memuja
memuji
untuk takdir temu
pada kekasihMu
-yang telah lama menjelma kekasihku jua-

Muhammad
Muhammad Habibillah
Muhammad Nabiyyullah
Muhammad Rosulillah
aku ingin kau!
aku ingin kau!
aku ingin mengecupi bayangmu
aku ingin menyelami kedua bening matamu
aku ingin..
kau menyaksi imanku
membai’at syahadatku
pada altar Tuhanmu, Tuhanku

16.14
12 Feb 2012
di usia ganinku tepat ke 2 berbilang bulan

Iklan

About athifarahma

Kita perlu membangun dunia dengan kepercayaan harapan. Mata-mata manusia perlu menyala dengan sastra bukan tunduk banjir tangisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s